Ban Kendaraan Bermesin
Pada artikel ini kita akan membahas tentang berbagai jenis
ban, cara merawat dan pemahaman kode serta angka yang tertulis pada ban. Tentunya
semua sudah tahu apa itu ban, namun yang kita bahas adalah ban pada kendaraan bermesin.
Jenis Ban
Jenis ban tidak lepas dari kode-kode yang tertera pada ban,
kode atau tulisan berada pada sisi ban yang terdiri dari angka maupun huruf.
Kode Ban Yang Menunjukkan Ukuran Fisik Ban
Sebagai contoh kode ban P185/60R14 82H, memiliki maksud atau
arti sebagai berikut :
- Angka 185 menunjukkan lebar penampang ban dalam satuan
centimeter. Jadi semakin besar angka tertera maka menunjukkan semakin lebar
penampang ban tersebut.
- Sedangkan angka 60R merupakan ukuran ketinggian ban,
pengukuran-nya dimulai dari garis pelek sampai dengan sisi ban yang menempel pada
jalan. Jadi semakin banyak angkanya menunjukkan semakin tebal ban jika dilihat
dari sisi samping.
- Selanjutnya angka 82H adalah ukuran kecepatan minimal dan
maksimal ban, semakin besar angkanya maka semakin besar pula kekuatan ban pada
kecepatan tertentu.
- Kode- kode yang lain bisa dilihat pada gambar diatas, meliputi kode untuk mobil jenis penumpang atau barang (P1), kode untuk Jenis Radial (R), kode untuk Standar Keamanan, Kode untuk Ukuran maksimum suhu dingin, Kode untuk traksi dan nilai suhu serta kode untuk jenis bahan atau material pembuatan.
Kode Ban Yang menunjukkan Ukuran Kecepatan
Sedangkan kode lain yang merupakan penunjuk kecepatan ban
untuk bekerja optimal yang merupakan klasifikasi yang dibuat oleh produsen ban,
antara lain adalah:
- Kode ZR adalah jenis ban yang paling optimal pada
kecepatan hingga 340 km/jam, penggunaan ban ini pada kendaraan yang terbiasa
melaju pada kecepatan kisaran tersebut.
- Kode VR mampu bekerja secara optimal pada kecepatan
hingga 260 km/jam.
- Kode HR merupakan kode untuk kemampuan digunakan pada
kecepatan di bawah jenis VR, yaitu hingga 210 km/jam.
- Kode yang terakhir adalah kode TR yang merupakan kode
untuk ban dengan kemampuan laju rendah, hanya hingga 100 km/jam.
Dengan memahami kode kemampuan kecepatan ban diatas akan
menjadi pertimbangan untuk memilih ban yang sesuai, tentunya dengan
pertimbangan kemampuan mesin / kendaraan, kemampuan laju, dan kebiasaan
pemakaian kendaraan.
Cara Merawat Ban
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ban menjadi awet
dan tahan lama, yaitu :
- Selalu memperhatikan kondisi ban pada kendaraan,
perubahan secara fisik adalah pertimbangan untuk melakukan pengecekan, caranya
mudah dengan melihat petunjuk TWI (Thread Wear Indicator). Pada TWI disebutkan
angka ukuran tekanan yang sesuai, memperhatikan jarak ketebalan alur ban
(secara normal tidak boleh kurang dari 2 mm).
- Menggunakan ban yang memiliki konstruksi yang sama
(contohnya sama-sama berbahan polyester atau baja).
- Ban dalam dan ban luar harus sesuai jenisnya, terbaik
adalah menggunakan merk yang sama.
- Ukuran ban serta corak telapak ban sebaiknya sama, paling
tidak pada satu as memiliki merk atau ciri khas yang sama.
- Pada ban jenis tubles, sebaiknya dipasang pada pelek
khusus untuk ban tubles. Ketidaksesuaian pada jenis ban dan jenis pelek akan
mengakibatkan berkurangnya tekanan angin. Perlu diingat, penggunaan ban dalam
pada jenis ban tubles akan mengakibatkan panas udara di dalam ban dan akan
berakibat meledak. Hal ini terutama pada pemakaian kecepatan tinggi.
- Menambah cairan penambal sebagai pelapis antara pelek dan
ban, cairan ini berfungsi untuk menghindari goresan antara ban dalam dengan
bagian pelek. Gesekan yang terjadi antara ban dalam dengan pelek, selain
mengakibatkan goresan juga bisa mengakibatkan panas.
Demikian bahasan kita kali ini tentang berbagai jenis ban,
cara merawat dan pemahaman kode serta angka yang tertulis pada ban.Label: BAN, PART