Terjadinya proses pembakaran bahan bakar didalam silinder akan menyebabkan panas didalam silinder itu sendiri, panas yang tinggi tersebut diperkirakan mencapai suhu 18000 C hingga 20000 C.
Oleh karena keadaan suhu yang sedemikian tinggi perlu dilakukan proses pendinginan buatan, mekanisme hasil panas dalam satu prose pembakaran adalah:
- 20% - 40% panas akan hilang begitu melalui saluran pipa buang knalpot,
- 20% - 35% panas dirubah menjadi tenaga mekanik untuk menggerakkan torak sehingga Kruk As dapat berputar,
- 25% - 35% panas diserap oleh dinding-dinding silinder dan kepala silinder.
Penyerapan panas pada dinding-dinding silinder itu lah yang membuat dinding silinder didesain sedemikian rupa berbentuk sirip-sirip (pada sisi luar) dan dengan material yang tahan terhadap suhu yang tinggi.
Bahan khusus pada dinding memungkinkan untuk minyak pelumas untuk selalu menempel di sana.
Akibat dari pendinginan motor yang tidak sempurna dapat mempengaruhi proses jalannya minyak pelumas, kemungkinan bagian yang banyak bergeraklah yang akan menghasilkan panas tinggi.
Selain itu, panas yang tinggi dapat mengakibatkan perubahan yang besar terhadap dudukan katup dan ruang bakar sendiri.
Itulah pentingnya kelancaran proses pendinginan sangat dibutuhkan oleh sebuah motor, agar motor senantiasa tidak terganggu selama proses operasi karena naiknya suhu yang terjadi.
Untuk mendinginkan motor dapat dilakukan dengan beberapa cara atau metode, metode yang biasa diterapkan tersebut antara lain:
2. Pendinginan dengan air
a. Pendinginan air yang bekerja sendiri
b. Pendinginan udara dengan pompa
Itulah dasar sistem pendinginan pada motor yang pembahasan secara mendetailnya pada posting-posting link selanjutnya.